Mitos Kehamilan yang Harus di Ketahui

Ada beberapa Mitos Kehamilan yang Harus di Ketahui dan harus di cemarti dengan baik. Karena Mitos Kehamilan yang Harus di Ketahui ini sering sekali bahkan dipastikan 90% dipercaya oleh para wanita yang sedang hamil, padahal banyak sekali mitos yang memang tidak terbukti sama sekali dan mungkin juga ada yang kebetulan.

Mitos Kehamilan yang Harus di Ketahui

Dibawah ini saya akan menjelaskan beberapa Mitos Kehamilan yang Harus di Ketahui dengan Faktanya yang real dan harus anda cermati dengan tepat. Yaitu :

  • Tidak Boleh Berhubungan Seks Saat Hamil

Banyak orang yang mengatakan bahwa ibu hamil tidak boleh melakukan hubungan intim. Hal ini karena ada anggapan bahwa berhubungan intim saat hamil dapat menyakiti janin dan berpotensi menyebabkan keguguran. Informasi ini hanyalah mitor belaka. Selama kehamilan sehat dan normal, anda masih bisa tetap melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Janin dalam kandungan sepenuhnya dilindungi oleh kantung dan cairan ketuban, otot rahim yang kuat dan lendir yang tebal pada leher rahim. Oleh karena itu, keguguran tidak ada hubungannya dengan aktivitas hubungan intim. Sebagian besar keguguran terjadi akibat janin tidak berkembang dengan baik.

  • Ibu Hamil Tidak Boleh Berolahraga

Ini juga merupakan mitos kehamilan yang banyak beredar dikalangan ibu hamil. Tapi, ini tidak benar. Saat mengandung, kamu boleh tetap berolahraga, bahkan aktivitas ini sangat dianjurkan dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan ibu hamil dan janin.

Akan tetapi dengan catatan, olahraga yang dilakukan ibu hamil janganlah yang terlalu berat, apalagi sampai membuat dehidrasi dan kelelahan. Berolahraga selama 20-30 menit sebanyak 3-4 kali seminggu sudah bisa memberikan manfaat yang baik untuk ibu dan janin. Beberapa pilihan olahraga yang baik untuk bumil adalah senam, latihan kegel, berenang, berjalan, yoga dan pilates ibu hamil.

  • Bentuk Perut Ibu Hamil Menandakan Jenis Kelamin Janin

Pastinya anda pernah mendengan bahwa perut yang terlihat meninggi itu menandakan bayi perempuan, sebaliknya perut turun kebawah itu bayi laki-laki.

Meski menebak-nebak jenis kelamin anak merupakan hal yang menyenangkan, tapi anggapan bahwa bentuk perut menandakan jenis kelamin anak hanyalah mitos belaka. Faktanya, bentuk dan tinggi rendahnya perut saat hamil bergantung pada kekuatan otot perut dan posisi janin didalam kandungan. Jadi tidak ada kolerasi antara bentuk perut dan jenis kelamin.

Cara untuk mengetahui jenis kelamin janin hanya bisa dilakukan melalui USG kehamilan pada minggu ke 18 sampai 20 atau melalui tes genetik. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sewaktu melakukan cek kehamilan rutin di dokter kandungan.

  • Harus Makan dengan Porsi Dua Kali Lipat

Bumil pasti pernah mendapatkan saran harus mengkonsumsi makanan sampai 2 porsi, yaitu untuk dirinya dan janin didalam kandungan. Memang benar bahwa wanita hamil memerlukan nutrisi dan kalori lebih banyak, tapi itu tidak membuat kalian harus mengkonsumsi makanan sebanyak dua kali porsi dari biasanya.

Jika memiliki berat badan normal. anda hanya membutuhkan tambahan 300 kalori setiap hari. Asupan ini sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan janin. Jadi, tidak perlu menambah porsi makanan terlalu banyak untuk mencukupi kebutuhan nutrisi saat hamil.

  • Tidak Bola Minum Kopi Selama Hamil

Sebenarnya, mengkonsumsi saat hamil itu tidak dilarang, asalkan tahu batasannya saja.

Perlu diketahui, bahwa mengkonsumsi kafein terlalu banyak bisa meningkatkan risiko keguguran dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Oleh sebab itu, saat hamil jangan mengkonsumsi kafein lebih dari 200mg per hari. Jumlah kafein ini setara dengan sekitar satu gelas kopi instan atau 3 cangkir teh.

  • Tidak Boleh Mewarnai Rambut Selama Hamil

Banyak orang yang bilang jika ibu hamil tidak boleh mewarnai rambut mereka. Ternyata, anggapan ini salah. Mewarnai rambut tidak berdampak buruk untuk ibu dan janin, selama dilakukan dengan benar.

Jika ingin mewarnai rambut, sebaiknya hindari mewarnai saat trimester pertama. Tunggulah hingga usia kehamilan memasuki trimester kedua. Ibu juga bisa mengganti pewarna rambut kimia dengan henna atau menghindari pewarna yang mengandung bau amonia menyengat.

  • Ibu Hamil Harus Menjauhi Kucing

Tentunya yang ini pasti para ibu hamil pernah mendengar bahwa memelihara kucing dapat meningkatkan risiko terkena toksoplasmosis. Untuk ibu hami pecinta kucing pastinya membuat kalian resah.

Jangan khawatir, kalian tetap bisa bermain dengan kucing kesayangan, tapi harus berhati-hati saat membersihkan kotorannya. Sebaiknya, minta orang lain yang membersihkannya dan jangan menyentuh kotoran maupun kotak pasirnya.

Mulai dari sekarang, lebih cermatilah dalam menyikapi berbagai mitos kehamilan. Jangan langsung mempercayai perkataan orang lain yang bertentangan dengan enjuran dokter. Dan diatas sudah saya sebutkan beberapa Mitos Kehamilan yang Harus di Ketahui dan jika ada beberapa keluhan sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter ahli kandungan.

Semoga Bermanfaat

SERA ASLI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Selamat Datang di Toko Bintang Jaya Herbal, Selamat Berbelanja :)
Powered by