Cara Mengatasi Kutu Rambut Saat Hamil

Bagi kalian para wanita yang mempunyai kutu rambut tapi bingung untuk mengatasinya bagaimana, karena anda sedang hamil ? Disini saya akan memberikan sebuah Cara Mengatasi Kutu Rambut Saat Hamil yang sudah dijamin aman dan efektif.

Cara Mengatasi Kutu Rambut Saat Hamil

Kutu Rambut memang dapat mengganggu siapa saja, termasuk juga pada wanita hamil. Hanya saja, untuk para ibu hamil perlu lebih berhati-hati ketika mencoba mengatasinya. Karena, ada beberapa obat yang tidak aman untuk ibu hamil.

Kutu rambut memang lebih umum ditemukan pada anak-anak. Meski demikian, ibu hamil juga dapat mengalaminya. Kondisi ini dapat dikenali dengan rasa gatal di kepala, sampai penampakan kutu berjalan atau telur kuru di kulit kepala.

Kondisi ini mudah menular melalui kontak langsung dengan rambut penderita kutu, atau melalui pemakaian bersama benda-benda yang menempel pada kepala, seperti sisir, aksesoris rambut, topi, bantal, dan handuk, dengan penderita kutu rambut.

Cara Mengatasi Kutu Rambut Saat Hamil Yang Alami

Untuk dapat mengatasi kutu rambut yang aman, dibawah ini ada beberapa cara alami yang dapat ibu hamil lakukan, yaitu :

  • Menyisir Rambut dengan Sisir Serit

Untuk yang pertama, dapat mencobat mengatasi kuru rambut dengan menggunakan sisir bergigi rapat atau sering disebut sisir serit. Gunakanlah sisir pada rambut yang masih basah, seperti setelah keramas atau setelah menggunakan pelembap (conditioner).

Selanjutnya, sisirlah rambut secara menyeluruh. Mulai dari kulit kepala sampai ujung rambut, lakukan penyisirat menyeluruh ini setidaknya 2 kali agar kutu tertangkap di sisir serit.

Sesi penyisiran ini sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 2 minggu, atau hingga ibu hamuil tidak lagi menemukan kutu di kulit kepala. Jangan lupa untuk selalu mencuci sisir serit sampai bersih setelah menggunakannya.

  • Memanfaatkan Minyak Esensial dan Bahan-bahan Alami

Minyak esensial, seperti minyak tea tree dan minyak kayu putih, dapat digunakan untuk mengatasi kutu rambut saat hamil. Meski demikian, sebelum menggunakan minyak esensial, sebaiknya lakukan uji alergi terlebih dulu.

Caranya, oleskan sedikit minyak di punggung tangan selama beberapa saat dan tunggu apakah timbul reaksi alergi, seperti kulit menjadi merah atau gatal. Jika tidak muncul reaksi alergi, bisa menggunakan minyak esensial dengan cara berikut :

  1. Campur 15-20 tetes minyak esensial dengan 30 ml minyak zaitun dan aduk rata
  2. Oleskan campuran minyak tersebut ke seluruh kulit kepala dan rambut, lalu diamkan selama 12 jam
  3. Dapat menggunakan penutup rambut (shower cap) jika ingin tidur
  4. Sisir rambut, kemudian keramas sampai bersih

Selain minyak esensial, mentega dan minyak almond juga dapat digunakan dengan cara yang sama.

Tetapi harus diingat, bahan-bahan ini hanya melemahkan kutu sehingga lebih mudah terlepas dari rambut. Oleh karena itu tahap menyisir dengan sisir serit tetap perlu dilakuakn meski sudah menggunakan minyak esensial.

  • Membersihkan Semua Barang Pribadi Serta Perabotan Rumah

Cara ini perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko penularan, baik dari orang lain ke kita atau sebaliknya. Disarankan untuk membersihkan semua perabotan rumah dan mencuci bersih semua benda yang kontak dengan rambut, mulai dari sisir, sarung bantal, seprai, handuk, boneka, pakaian, hingga helm.

Pilihan Obat Untuk Mengatasi Kutu Rambut Pada Ibu Hamil

Jika cara alami diatas tidak membuahkan hasil, dapat menggunakan obat-obatan dibawah ini. Meski demikian, obat hanya digunakan ketika ibu hamil atau orang di sekeliling memang melihat ada kutu bergerak atau telur kutu di kulit kepala atau rambut.

  • Obat Yang dijual Bebas

Ada berbagai losion dan spray untuk mengatasi kutu rambut yang dijual bebas tanpa resep. Produk dengan kandungan permenthrin, dimethicone, dan mentol masih dianggap aman untuk digunakan oleh ibu hamil, selama manfaatnya dinilai lebih besar daripada risikonya.

Biasakan utnuk membaca secara teliti keterangan pada kemasan produk. Cek apakah ada kondisi tertentu yang tidak dinajurkan untuk menggunakan produk tersebut, dan apakah kehamilan termasuk diantaranya. Jika tidak ada keterangan apapun pada kemasa, maka sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter.

Selanjutnya, ibu hamil perlu menggunakan obat oleh sesuai dengan petunjuk pemakaian pada kemasa agar hasilnya efektif dan tidak menimbulkan efek samping.

  • Obat Dengan Resep Dokter

Ibu hamil juga perlu berkonsultasi dengan dokter jika ingin menggunakan obat untuk kutu rambut saat hamil. Karena, ada beberapa obat atau produk yang berbahaya untuk ibu hamil, yaitu jika mengandung lindane atau ivermectin. Kedua zat ini dinilai dapat menyebabkan kecacatan janin.

Kutu rambut memang umumnya bukanlah suatu kondisi yang berbahaya, tetapi jika dibiarkan, dapat memicu infeksi akibat luka garukan pada kulit kepala. Selain itu, juga berisiko menularkan ke anggota keluarga lain yang tinggal serumah.

Jadi, jangan sepelekan kutu rambut. Jika memang diperlukan, ibu hamil dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai pencegahan dan Cara Mengatasi Kutu Rambut Saat Hamil, serta penggunaan obat untuk mengatasi kutu. Semoga bermanfaat

SERA ASLI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *